Mitsubishi Belum Tergiur Jualan “Mobil Murah”

Aditya Maulana - Jumat, 29 Juli 2016 | 12:24 WIB

(Aditya Maulana - )

Jakarta, Otomania – Merek yang ikut program mobil murah (low cost green car/LCGC) terdiri dari Daihatsu, Datsun, Honda, Suzuki, dan Toyota. Semuanya sudah punya pabrik, karena salah satu syarat multlaknya, yaitu memiliki tempat perakitan massal di Indonesia.

Produsen yang punya pabrik di Indonesia, tetapi belum mengikuti program tersebut adalah Mitsubishi. Lantas, apakah PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sebagai Agen Pemegang Merek (APM) Mitsubishi di Tanah Air, sudah melirik ke arah itu?

“Belum membicarakan sampai ke arah itu. Mungkin bisa ditanyakan langsung kepada atasan kami,” ucap Imam Choeru Cahya, Head of MMC Sales Group PT KTB belum lama ini di Jakarta.

Imam menjelaskan, Mirage itu sendiri dijual bukan sebagai pesaing mobil murah. Sebab, secara segmentasi sudah berbeda. Mobil kota (city car) itu masuk segmen city car kelas A dan pesaingnya Brio, March, dan Picanto.

“Kalau kelas B itu seperti Yaris, Jazz, dan lain sejenisnya. Jadi strategi kita bukan di LCGC untuk Mirage, karena mobil murah juga punya segmen dan pasarnya sendiri,” kata Imam.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan semester pertama 2016, untuk kelas LCGC tercatat 89.952 unit atau meningkat dari periode yang sama di tahun lalu 82.013 unit.

Bahkan trennya pun cenderung naik. Bulan-bulan pertama terjual 13.000-an unit, tetapi mulai Mei meningkat menjadi 15.000-an unit dan bulan lalu kembali melonjak menjadi 19.000 unit per bulan.