Kendala Kalau Beli Ban Tapi Dana Terbatas

Stanly Ravel - Rabu, 29 Juni 2016 | 17:18 WIB

(Stanly Ravel - )

Jakarta, Otomania - Ban mobil menjadi komponen yang wajib dicek kondisinya, terutama ketika akan digunakan menempuh perjalanan jauh. Ban yang botak sangat berbahaya bila digunakan, bahkan keausan ban menjadi salah satu penyumbang terbesar angka kecelakaan.

Bagi anda yang mau mudik menggunakan mobil, tapi  dana terbatas untuk mengganti semua ban yang sudah aus, masih bisa dikondisikan dengan membeli dua ban saja. Namun tetap ada aturan dan perhitunganya, yakni kedua ban baru tersebut harus di letakan pada ban bagian belakang.

"Kenapa ban belakang dan bukan mengikuti letak pengerak roda? Jawabanya karena ada sudah ada perhitungan berdasarkan tingkat kesulitan roda saat kehilangan traksi. Roda depan saat kehilangan traksi akan menimbulkan efek understeer, tapi kondisi ini masih bisa diatasi, beda dengan kondis roda belakang saat sudah kehilangan traksi yang jauh lebih sulit," ucap Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Center (JDDC) saat dihubungi Otomania, Rabu (29/6/2016).


Menurutnya, saat terjadi oversteer, gerak roda belakang cenderung lari ke depan dan susah untuk dikendalaikan. Sedangkan roda depan meski slip tetap ada di depan dan masih bisa ditangani atau tidak sesulit menanggani kondisi oversteer, tapi beda kondisi saat ban depan pecah yang memang lebih susah untuk dikendalikan.

"Bila bicara dari segi dana yang pas-pasan tapi mau ganti ban yang sudah haus, maka prioritaskan pergantian ban pada bagian belakang. Ini sudah ada sosialisasinya dari para produsen ban di dunia. Tapi kalau berkaitan dengan tekanan udara, maka prioritaskan udara yang cukup pada ban yang letaknya di sistem pengerak roda," ucap Jusri.