Efek Samping Pasang "Roof Rail" di Mobil Kecil

Stanly Ravel - Rabu, 22 Juni 2016 | 03:25 WIB

(Stanly Ravel - )

Jakarta, Otomania - Roof rail berfungsi sebagai tiang penyangga untuk memasang roof rack dan roof box. Umumnya fitur ini sudah jadi komponen standar pabrikan bagi mobil bergenre SUV. Lalu bagimana dengan mobil yang belum dilengkapi roof rail?

Menjawab seputar pertanyaan tadi, Arifani Perbowo, Logostic and Production General Manager Kia Mobil Indonesia (KMI) mengatakan pemasangan roof rail bisa saja dilakukan. Tapi ada risiko atap mobil harus di bor untuk membuat dudukan lebih kuat saat menahan beban.

"Saat ini banyak yang melakukan hal tersebut, tapi kondisinya atap harus rela di bor karena memang tidak ada pegangannya, beda dengan mobil SUV yang memang sudah memliki roof rail," ucap Arifani saat dihubungi Otomania, Selasa (21/6/2016).

Meski secara teknsi bisa dilakukan, tapi Arifani membeberkan efek samping dari pemasangan roof rail secara melubangi atap mobil. Salah satu yang paling parah adalah timbulnya kebocoran, baik saat hujan atau ketika mencuci mobil.

Menurutnya, dengan cara di bor otomatis atap akan memiliki celah. Sekalipun tertutup rapat oleh baut dan sudah dilapisi silicon tetap memiliki potensi adanya kebocoran seiring dengan penggunaan atau waktu.

"Tidak ada jaminan kalau bekas bor tersebut tidak bocor, seiring dengan pemakaiannya bisa saja terjadi. Belum lagi efek lainnya, seperti saat mobil nanti akan dijual, lalu ketika beban bawan yang terlampau berat yang bisa saja membuat bentuk atap menjadi berubah," jelas Arifani.

Arifani melanjutkan, Kondisi ini harus diwaspadai beda dengan mobil yang memang sejak awalnya sudah dilengkapi roof rail. Selain lebih rapi sudah ada hitungan dari pihak pabrikan mengenai beban atau daya angkutnya.


Salah satu cara mudah, orang akan langsung mengaplikasi roof rack yang saat ini tersedia dalam model jepit. Meski lebih mudah karena hanya melekatkan pada tulangan ataap yang biasanya ada di posisi pila jendela samping, tetap saja bila tidak diperhitungkan daya angkut bisa membuat tulang atap rusak.