Aktor Protagonis Itu Bernama Valentino Rossi

Azwar Ferdian - Minggu, 5 Juni 2016 | 20:38 WIB

(Azwar Ferdian - )

Barcelona, Otomania - Epik, sedikit gambaran hasil balapan MotoGP di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Minggu (5/6/2016). Banyak cerita terjadi di sirkuit ini, mulai dari cerita duka tewasnya Luis Salom, pebalap Moto2 saat melakukan latihan bebas, sampai cerita gembira kemenangan Valentino Rossi di MotoGP.

Kemenangan tersebut terasa spesial tentunya buat The Doctor, setelah pada seri sebelumnya di GP Italia, Mugello, gagal finish karena sepeda motornya mengalami kerusakan. Kemenangan ini juga spesial, karena Rossi memulai balapan bukan dari deretan baris terdepan, melainkan dari posisi kelima.

Namun, cerita yang paling spesial tentu saja jabat tangan pertama antara Rossi dan Marc Marquez. Ini seolah menjadi penanda di antara keduanya sudah tidak ada lagi dendam. Masih ingat dengan insiden di Sepang musim lalu? Marquez disenggol Rossi hingga terjatuh, dan Rossi pun dijatuhi hukuman yang membuatnya kalah bersaing dengan Jorge Lorenzo di seri terakhir.

Jabat tangan Rossi dan Marquez langsung disambut gemuruh oleh publik di Sirkuit Catalunya, Barcelona. Rossi bukan sosok yang dibenci di tempat ini, beberapa sudut terlihat didominasi warna kuning terang yang menandakan warna kebesarannya.

Marquez juga tentu bukan tokoh antagonis di tempat ini, Catalunya yang masih menjadi bagian dari Spanyol, yang juga menjadi negara asal Marquez. Semua bertepuk tangan ketika keduanya berjabat tangan. Rossi sudah berbesar hati tentunya memaafkan Marquez, dan Marquez juga punya jiwa besar mengajak rivalnya tersebut bersalaman.

Aktor protagonis
Dalam olahraga sudah sangat jamak ada sosok yang sangat diidolakan. Sebuh saja Michael Jordan di ajang bola basket, Zinedine Zidane di ajang sepak bola atau Michael Schumacher di ajang Formula 1. Nama-nama tersebut sangat melekat dalam bidangnya masing-masing. Begitu pun dengan Rossi di ajang MotoGP.

Berusia 37 tahun, Rossi masih aktif bahkan kompetitif bertarung dengan pebalap yang usianya jauh lebih muda. Berada di MotoGP sejak tahun 2000 (Marquez saat itu baru berusia 7 tahun), Rossi langsung menjadi juara di tahun keduanya, 2001.

Total tujuh gelar juara dunia MotoGP diraihnya yakni 2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008, 2009. Data menyebutkan, dalam 16 tahun berkarier Rossi sudah melakukan start sebanyak 276 kali, menang 88 kali, 178 kali naik podium, dan pole position 53 kali.

MotoGP adalah industri olahraga, dan The Doctor menjadi magnet yang sangat kuat buat industri tersebut. Dorna sebagai penyelenggara MotoGP tentu putar otak untuk mencari magnet baru yang bisa menyamai nama besar dan prestasi Rossi. Setidaknya dua musim dari sekarang atau sebelum sang pebalap genap berusia 40 tahun pada 2019. Musim depan Rossi masih menjadi pebalap Yamaha, tapi di 2019 masih tanda tanya.

Penggemar MotoGP di dunia masih punya kesempatan melihat sang aktor protagonis ini balapan di musim ini dan musim depan. Sisanya, mari kita nantikan siapakah pebalap yang bisa merebut aura magnet tersebut, Lorenzo, Marquez, Pedrosa atau Vinales, manakah pilihan Anda?