Rio dan Manor Harus Berani "Berjudi"

Stanly Ravel - Senin, 18 April 2016 | 08:01 WIB

(Stanly Ravel - )

Jakarta, Otomania - Meski berhasil menyelesaikan balap, tapi Rio Haryanto belum membuahkan hasil yang bisa memuaskan. Bahkan Rio belum mendapatkan poin dari tiga seri pertama Formula 1.

Memang bukan hal mudah bagi pemuda berusia 23 tahun yang baru pertama menjajal F1. Meski masih dalam tahap adaptasi, baiknya Rio dan tim harus bisa fleksibel dalam mengambil keputusan, terutama dalam hal strategi ban saat balap dimulai.

M Wahab S, pengamat dan pendiri Komunitas Formula 1, mengatakan bahwa sudah saatnya Rio berani mengambil keputusan. Salah satu hal yang paling krusial adalah "berjudi" dalam pemilihan ban.

"Rio dan tim harus berani menerapkan strategi yang berbeda, artinya mereka harus berani gambling tidak harus main aman atau sesuai yang sudah direncanakan. Dengan keterbatasan teknologi yang dimiliki Manor, harusnya Rio dan Tim bisa lebih fleksibel dalam strategi ban, karena kalau masalah penyetelan mobil dan lain-lain itu kan sebelum balap, sedangkan saat balap tinggal strategi penentuan ban saja," ucap Wahab kepada Otomania, Minggu (17/4/2016).

Gambling artinya Rio harus berani mengambil keputusan dengan apa yang diyakininya. Contoh seperti Pascal yang pada GP Bahrain yang akhirnya mengganti ban sedangkan Rio bertahan pada strategi awal yakni ban medium, tapi hasil akhir waktu dan posisi Pascal jauh lebih cepat.

Menurutnya bila Rio dari awal di Shangai menggunakan ban medium akan lebih menguntungkan seperti Nico Roseberg, paling tidak Rio bisa menghemat untuk masuk ke pitstop akibat adanya kecelakan yang terjadi pada saat awal balap berlangsung.


"Setiap pebalap punya race enginer masing-masing, kalau race enginer-nya bisa sepaham dengan Rio misalkan Rio harus begini, Rio butuh ini kemungkinan bisa lebih baik. gaya berkendarakan juga berpengaruh bukan hanya ke mobil saja," ucap Wahab.