Maksimalkan Performa Moge Sport

Ghulam Muhammad Nayazri - Jumat, 12 Februari 2016 | 09:45 WIB

(Ghulam Muhammad Nayazri - )


Jakarta, Otomania –
Penggantian knalpot aftermarket kerap dilakukan para pemilik sepeda motor sport berkubikasi besar. Kebanyakan dari mereka beralasan knalpot bawaan asli kurang punya suara dan performa sangar.

Namun, saluran pembuangan yang diganti ini harus diikuti dengan penambahan piranti khusus, yaitu piggyback. Komponen ini digunakan untuk menyesuaikan setelan sepeda motor bawaan pabrik, setelah melakukan ubahan terkait performa seperti ganti knalpot atau porting polish.

“Biasanya kalau tidak diseimbangkan dan diikuti dengan penambahan piggyback, akan membuat knalpot aftermarket menembak-nembak. Ini lantaran bahan bakar yang dibutuhkan mesin, setelah mengganti knalpot tidak terpenuhi, sebab volume semprotan bahan bakar bensin (BBM) masih standar,” ujar Ronald Johanson Pakpahan pemilik bengkel spesialis moge sport Setia Motor (Lae SM) kepada Otomania, Kamis (11/2/2016).

Ronald melanjutkan, tentunya dengan penggantian knalpot tersebut, penggunaan bbm juga akan semakin lebih banyak dari biasanya. “Piggyback yang bisa jadi pilihan yaitu Rapid Bike Racing dengan harga Rp 8,5 juta, yang setelannya tidak merepotkan. Atau ada lagi Power Commander V yang dijual Rp 5,5 juta,” ujar Ronald.

Ronald melanjutkan, jika piggyback yang dipilih Power Commander V, harus terlebih dahulu disetel dengan menggunakan dyno tes. Biaya penyetelannya atau mapping tersebut mencapai Rp 1,5 juta.

Setia Motor (Lae SM)
Jalan Raya Pulogebang nomor 83
RT 011/04 Jakarta Timur 3950
087780319679/081280383100