Cafe Racer Manis Nan Minimalis

Stanly Ravel - Kamis, 24 Desember 2015 | 08:07 WIB

(Stanly Ravel - )


Jakarta, Otomania - Hantu Laut rupanya tak pernah henti melahirkan karya-kaya barunya. Kali ini tema modifikasi cafe racer lagi-lagi menjadi andalan untuk mengubah tampilan standar Suzuki Thunder 250 lansiran 1999 jadi lebih berkarakter.

Pakem ubahan simpel tapi syarat dengan berbagai sentuhan ekslusif sehingga terasa perbedaannya dengan karya lain. Sebagai langkah memulai modifikasi, dilakukan dengan merombak rangka dengan memotong bagian belakang. Bekas potongan sengaja dibiarkan terekspos di buntut jok, demi mengejar tampilan ekstrem.

"Rangka hanya dipotong sedikit, dan diperkuat dengan sambungan pipa. Tujuan papas rangka bukan hanya untuk mengejar tampilan, tapi saat digunakan juga bisa lebih nyaman dan pas, apalagi untuk motor kustom seperti ini," ucap Donny punggawa Hantu Laut saat ditemui Otomania, Rabu (23/12/2015).

Setelah itu pengerjaan dilanjutkan pada tampilan kaki-kakinya. Sok depan dan belakang bawaan standar diganti menggunakan milik Suzuki Bandit. Set lengkap, termasuk pelek orisinal yang sudah dibalut ban Battlax berdimensi 120/70 di bagian depan dan 180/60 (belakang).

Menguatkan tema cafe racer, tangki pun ikut di kustom ulang dengan pilihan bentuk memanjang. Baluran cat hitam dengan grafis garis emas dan perak membuat kesan minimalis semakin kuat. Sedangkan untuk jok menggunakan model tunggal (single seater) dan setang "jepit" kustom yang membuat posisi berkendara harus membungkuk.

Agar tampilan spoty dari cafe racer makin kental, knalpot kustom pun di buat menggunakan pipa stainles. Uniknya, cafe racer garapan Donny tak lagi mengacu pada tampilan klasik yang menggunakan buntut tawon di bagian belakang sehingga lebih terlihat polos.

Sebagai kenyamanan dalam berkendara selain fungsi lampu-lampu yang tetap bekerja normal, walau menggunakan produk aftermarket, tombol starter pun tetap dipertahankan. Mesin juga dibiarkan standar sehingga masih mudah untuk perawatan sehari-hari.