Vios “Cabe-cabean” dari BKT

Ghulam Muhammad Nayazri - Selasa, 1 Desember 2015 | 07:42 WIB

(Ghulam Muhammad Nayazri - )


Jakarta, Otomania –
Bagi pemilik Toyota Vios lansiran 2004 yang ingin kendaraannya menarik dilihat dan tetap asik dikendarai, nampaknya hasil karya Frendzy Purba bisa jadi acuan. Modifikasinya sederhana tapi tetap enak dipandang dan nyaman dikendarai.

Frendzy mempercayakan ubahannya di bengkel Djuan Motor (DJM). Anggota komunitas mobil Recehan BKT (Banjir Kanal Timur) ini, menanamkan konsep elegan, daily use, eye catching namun masih tetap tidak ketinggalan zaman, alias “gaul”.

“Pertama kali yang saya lakukan yaitu facelift model Toyota Vios 2004 ke Vios 2006. Jadi ibaratnya saya meng-upgrade mobil ini terlebih dahulu, baru setelahnya, melakukan modifikasi lanjutan,” ujar Frendzy kepada Otomania, Minggu (29/11/2015).

Diawali dari bagian ekterior, semburan warna ungu xyralic cosmic jadi pembalut yang cukup menarik perhatian mata, namun tetap nyaman dipandang. Selanjutanya ubahan pada headlamp, grille, bemper, foglam dan fender, dengan miliknya Vios 2006. Tambahan lainnya yaitu body kit bagian depan, belakang, samping kanan dan kiri.

“Cukup berbeda untuk body kit-nya, saya menggunakan plat besi bukan menggunakan fiber. Ini merupakan saran dari bengkel,” ujar Frendzy.

Selain itu di bagian kaki-kaki, suspensi di-custom untuk memuat tampilan menjadi semakin lebih dekat dengan aspal. Kemudian pelek menggunakan miliknya Work Euroline asal Jepang dengan diiameter 18 inci. Lebar pelek depan 9 inci sementara untuk yang belakang 10 inci. Diameter pelek naik 3 inci dari ukuran standar.

Kemudian untuk bagian dalam atau interior, tidak banyak ubahan yang dilakukan. Frendzy mengatakan, yang terpenting, tubuh pengemudi dan penumpang masih merasa nyaman berada di dalam kabin mobil.

“Ubahan bagian interior hanya di penggantian kulit jok menggunakan MBtech Carrera Premium Seat. Kemudian ada tambahan pada doortrim, panel wood dan moonroof di bagian atas kabin mobil. Kesimpulan konsep mobil ini yaitu lebih ke simple, elegan, gaul, eye catching, dan cabe cabean,” tutur Frendzy.