Kembaran Daihatsu Sirion “Makmur” di Malaysia

Ghulam Muhammad Nayazri - Senin, 30 November 2015 | 07:02 WIB

(Ghulam Muhammad Nayazri - )


Jakarta, Otomania – Penjualan Daihatsu Sirion di Indonesia, tidak seindah saudara kembarnya Myvi (Sirion edisi Malaysia). Dibandingkan dengan Myvi, Sirion di Indonsia hanya sanggup terjual sekitar 300 sampai 400 unit perbulan. Sementara Myvi mencapai 6.000 unit di tiap bulannya.

Sirion sendiri diproduksi di Malaysia di bawah Perodua (Produsen mobil di Malaysia yang bekerjasama dengan Daihatsu). Indonesia hingga saat ini masih mengimpor Sirion dari Malaysia.

“Penjualan Myvi (Daihatsu Sirion) di Indonesia memang jauh dibanding dengan di Malaysia. Itu juga memang karena karakter pasarnya yang berbeda, “ ujar Amelia Tjandra, Direktur Marketing ADM kepada Otomania,  Minggu (29/11/2015).

Dengan demand (permintaan) yang sangat kecil tesebut, Sirion nampaknya bermimpi bisa diproduksi di Indonesia. Karena, seperti yang dikatakan Amelia, dengan potensi pasar yang hanya 400 unit per bulan, malah akan menambah beban Sirion di Indonesia.

“Jika harus diproduksi  di sini mungkin masih belum. Pasalnya penjualan masih sekitar 400 unit. Malah akan membuat harga jual per unit semakin mahal. Nanti saja kalau sudah bisa menjual 4.000 unit per bulan, baru bisa diproduksi di Indonesia. Namun pasarnya di sini saja tidak sampai segitu besar,” ujar Amelia.

Rokky Irvayandi, Domestic Marketing Division Head ADM menambahkan, jika Sirion di produksi di Indonesia, akan sulit untuk balik modalnya. Karena permintaan yang tidak begitu besar tapi harus terbebani dengan biaya produksi.