Ini Akibatnya Bila Sering Gonta-ganti Merek Oli

Ghulam Muhammad Nayazri - Jumat, 27 November 2015 | 10:38 WIB

(Ghulam Muhammad Nayazri - )


Jakarta, Otomania –
Semua pemilik kendaraan pastinya sudah paham betul fungsi dari pelumas mesin atau oli. Jika telat atau terlewat ketika sudah saatnya diganti, maka mesin bisa mengalami kerusakan.

Namun, apabila ada kasus lain, seperti mesin mobil sering gonta-ganti merek oli, apakah akan menimbulkan masalah?

Shofwatuzzaki, Shell Lubricant Technical Advisor Indonesia mengatakan, sebenarnya hal tersebut tidak bermasalah, tapi ada syaratnya. Lakukan pengurasan ruang oli dengan benar-benar bersih, sebelum oli lain masuk ke dalam.

“Selama kita bisa menjamin, pengurasan oli itu bersih, tidak akan bermasalah. Namun, walaupun masih ada yang tersisa, harus benar-benar sedikit, satu tetes misalnya,” ujar Zakki, Jumat (6/11/2015).

Kemudian, lanjut Zakki, jika ada sedikit percampuran yang terjadi antar oli, namun keduanya merupakan jenis oli berkualitas, akan baik-bak saja. Tapi baiknya sesuaikan mesin dengan jenis olinya, jika memang sudah cocok sebaiknya jangan diganti, sebelum ada rekomendasi teknisi terpercaya.

“Efek jika ada pencampuran (sengaja atau tidak disengaja) antara satu oli dan oli lain, maka tidak akan optimal pelumas itu bekerja. Seperti misalnya satu kualitas oli yang baik bercampur dengan oli yang kualitasnya jelek, akan bagus kalau yang jelek bisa jadi bagus, tapi kalau sebaliknya, pasti akan rugi. Jadi yang terpenting pengurasannya baik,” ujar Zakki.