Tanda-tanda Helm Harus Diganti

Ghulam Muhammad Nayazri - Jumat, 20 November 2015 | 11:40 WIB

(Ghulam Muhammad Nayazri - )


Jakarta, Otomania –
Seperti layaknya produk buatan manusia, helm memiliki rentang usia tertentu. Terutama pada komponen EPS (Expanded Polystyrene/Styrofoam) atau biasa disebut busa helm. Bagian ini merupakan komponen penting untuk meredam benturan yang terjadi di bagian kepala.

Boyke Wirawan, Supervisor toko apparel dan aksesori premium sepeda motor Motoritz Jakarta mengatakan, usia pakai helm, khususnya pada bagian ini mencapai lima tahun. Tapi alangkah baiknya sebelum waktunya tiba, EPS  diperiksa apakah masih memilki performa yang baik untuk melindungi kepala.

“Standar pabrikan 5 tahun, tergantung pemakaian dan perawatan. Jadi diperiksa bagian styrofoam apakah bentuknya sudah berubah. Ini merupakan bagian yang penting, disamping dari batok helm,” ujar Boyke, Jumat (6/11/2015).

Boyke melanjutkan, pemerikasannya sangat mudah, hanya dengan melongok bagian dalam helm, apakah EPS atau stereofom sudah mengalami perubahan bentuk dari pertama membeli. Khususnya pada bagian dots-nya (titik-titik styrofoam). Jika dots semakin melebar dari bentuk awal, berarti kemampuan melindunginya juga menurun.

“Kalau makin lama dots-nya semakin membesar atau makin lama main lebar pada styrofoam atau EPS, kemampuannya udah tidak sekuat sewaktu baru. Kemudian jika dilihat ada keretakan pada EPS, maka memang disarankan untuk diganti, namun kalau dirasa masih bisa dipergunakan, saya tidak melarangnya,” ujar Boyke.

Maka dari itu, lanjut Boyke, biasanya standar EPS untuk helm berwarna gelap, sehingga ketika ada keretakan mudah diketahui.