Subwoofer Audioworkshop, Tak Makan Tempat

Ghulam Muhammad Nayazri - Jumat, 9 Oktober 2015 | 17:31 WIB

(Ghulam Muhammad Nayazri - )


Jakarta, Otomania –
Mendengarkan musik di dalam kendaraan bisa jadi obat jenuh, ketika berada di dalam kendaraan. Akan lebih menarik lagi jika musik yang didengarkan ditunjang dengan audio yang berkualitas, sehingga suara yang keluar semakin nyaman di telinga.

Johnson Nagawan, Brand Director Focal Indonesia (Audioworkshop), beberapa pemilik kendaraan yang biasanya ingin meningkatkan kualitas audio di dalam kabin mobil, hanya menggganti speaker dengan alasan tidak ingin repot. Karena menurut mereka, jika memasang subwoofer harus membuat box di bagian belakang, sehingga memakan tempat.

“Hanya dengan mengganti speaker tanpa subwoofer, audio terasa seperti sayur tanpa garam, mendengarkan musik tidak ada bass-nya ternyata tidak enak. Tapi memang kebanyakan seperti itu, mereka malas jika harus membuat box lagi,” ujar Johnson, Senin (5/10/2015).

Johnson menambahkan, solusinya paling gampang yaitu menggunakan subwoofer kolong. Tidak perlu repot, penempatan piranti ini hanya tinggal ditempelkan di bawah jok, karena memang juga bentuknya yang cukup slim. Audioworkshop menyediakan produk jenis ini, RS Boombox 8 Active, yang tidak hanya tipis, tapi dilengkapi dengan teknologi baru yang disebut passive radiator.

“Kebanyakan orang mengeluh terhadap subwoofer kolong, karena suara bass-nya kurang rendah, kasar, atau tidak enak di telinga bisa enak. Melihat hal tersebut kami kemudian merancang subwoofer kolong dengan penambahan teknologi passive radiator yang ada di bagian kanan kiri subwoofer. Jadi meski cuma satu subwoofer karena bantuan teknologi ini, suara musik serasa seperti keluar dari tiga subwoofer,” ujar Johnson.

Johnson, mengatakan harga yang dibanderol untuk produk ini yaitu Rp 3,2 juta. Dibanding dengan produk lain, subwoofer milik Audioworkshop ini punya harga yang lebih tinggi. “Memang dibanding dengan merek lain kita lebih mahal, tapi bisa dijamin kualitasnya, dari material bahannya maupun teknologinya,” ujar Johnson.