Strategi Pedagang Aksesori Hadapi Kelesuan Ekonomi

Ghulam Muhammad Nayazri - Jumat, 2 Oktober 2015 | 13:02 WIB

(Ghulam Muhammad Nayazri - )


Jakarta, Otomania –
Naik turunnya bisnis otomotif, khusunya di pasar aftermarket roda empat, membuat beberapa pedagang sedikit mengencangkan ikat pinggang. Namun, tidak menutup kemungkinan beberapa pedagang mendulang hasil penjualan yang cukup baik, tergantung dengan strategi berjualan.

Hal tersebut seperti yang disampaikan Ronny Martinus, Event & Promotion Manager Mall Mega Glodok Kemayoran (MGK), yang merupakan lokasi sentra penjualan aksesori roda empat di Kemayoran Jakarta Pusat, saat berdiskusi dengan Otomania, Kamis (1/10/2015).

“Kami sebagai pengelola mem-back up para pedagang untuk melakukan promosi, namun tenant juga seharusnya memiliki cara mereka sendiri untuk membuat barang dagangannya dikenal masyarakat dan laris dipasaran,” ujar Ronny.

Ronny melanjutkan, salah satu cara yang ditempuh yaitu dengan aktif berjualan secara on-line. Seperti membuat website, memantau dan masuk di forum-forum komunitas dunia maya, atau melakukan beberapa kegiatan lain terkait dengan promosi dan penjualan. Zaman juga sudah semakin modern, lanjut Ronny, jadi paling tidak pedagang harus ikut di dalamnya.

“Kondisi saat ini untuk mereka yang masih konvensional menunggu orang lewat, itu agak sulit untuk laku. Mereka selalu komplain, aduh sepi banget, padahal setelah kita lihat toko sebelah kanan dan kirinya ramai. Jadi sekarang zamannya sudah bukan lagi nunggu, harus aktif di dunia maya yang sedang ramai digunakan masyarakat sekarang. Karena konsumen sebelum membeli, pasti mereka akan cari tahu dulu melalui browsing,” ujar Ronny.

Kemudian, lanjut Ronny, alur penjualan yang baik yaitu diawali dengan telfon dari konsumen kepada pedagang, sebelum para pembeli datang ke MGK. “Jadi kalau pembeli tidak menelpon tenant maka akan sulit, konsumen juga akan kebingungan ketika berada di sini,” ujar Ronny.