Pesepeda Motor Kecil Justru Lebih Sering Melanggar

Agung Kurniawan - Senin, 17 Agustus 2015 | 06:28 WIB

(Agung Kurniawan - )


Probolinggo, Otomania - Kabar soal penghadangan pesepeda terhadap iring-iringan peserta Indonesia Bike Week di Yogyakarta, Jumat (14/8/2015) dipandang sebelah mata oleh komunitas Motor Besar Club Indonesia (MBCI). Justru kedua pesepeda ini dianggap yang melakukan tindak arogansi demi mencari sensasi semata.

"Jangan hanya arogansi satu atau dua orang saja yang nantinya berdampak pada timbulnya pandangan negatif ke kami," ujar Irianto Ibrahim, Sekjen MBCI kepada Otomania, Minggu (16/8/2015).

Irianto menambahkan, jika dilihat dari sudut pandang pelanggaran lalu lintas, sebenarnya pengemudi sepeda motor kecil yang lebih banyak melakukan perilaku tersebut, di banding pengguna motor besar, entah di Yogyakarta maupun daerah lain di Indonesia.

"Kita berkendara tidak setiap hari, sangat jarang sekali kita berada di jalan, lagipula iring-iringan kita sudah melalui prosedur dengan menggandeng pihak kepolisian, jadi dapat dipastikan sudah ada landasan aturannya," ujar Iranto.

Maka dari itu, lanjut Irianto, para pemlik motor besar mengajukan usulan kepada pemerintah agar kendaraan-kendaraan seperti Harley Davidson ini bisa mengakses jalan tol, sehingga tidak menyusahkan pengguna jalan biasa dan bahkan menimbulkan konflik yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

"Inilah mengapa kami mengupayakan untuk bisa mengakses jalan tol, agar kejadian-kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi. Lagipula tidak setiap hari kami melakukan iring-iringan. Kamipun tidak meminta gratis, kami sangat besedia membayar jika diharuskan," ujar Irianto.