Hindari Ini Kalau Aki Mau Lebih Awet

Stanly Ravel - Senin, 10 Agustus 2015 | 09:03 WIB

(Stanly Ravel - )

Jakarta, Otomania - Masa usia pakai Baterai atau aki pada kendaraan sulit ditentukan. Biasa setahun, dua tahun, bahkan lebih, semua tergantung pada pemakaian alias penggunaan kendaraan itu sendiri, meskipun pada tipe aki bebas perawatan alias maintenance free (MF) sekalipun.

Melakukan perawatan rutin sampai memanaskan mobil pun bukan menjadi jaminan sebuah umur aki akan bertahan lama. Budi Santosa, Direktur PT Anugrah Idealestari sebagai distributor tunggal Aki NS menyampikan bahwa hal utama yang paling mempengaruhi umur aki adalah cara pemakaian kendaraan itu sendiri.

"Cara pemakaian itu banyak sekali contohnya, salah satu seperti sering menggunakan mobil dijalan bergelombang atau tidak rata yang banyak guncangan. Hal ini juga sangat mempengaruhi umur aki.  Secara otomatis aki ikut goyang yang membuat isi atau komponennya bisa kena guncangan juga. Jadi semakin sering melewati jalan seperti itu semakin umur aki lebih pendek," ujar Budi kepada Otomania, di Jakarta, Kamis (6/8/2015).

Tidur di dalam mobil, lanjutnya, tanpa menyalakan mesin dan memutar audio juga membuat aki cepat soak. Hal ini karena menguras daya dari aki tanpa diisi kembali dari aliran mesin. Begitu untuk mobil yang jarang dipakai, hal ini bisa membuat kondisi umur aki cepat mati.

"Mobil jarang hidup atau dipakai membuat kondisi aki low charge. Saat mobil berjalan atau digunakan aki secata otomatis terisi, sedangkan saat tidak dipakai dapat aliran daya dari mana. Mau dicopot sekalipun tetap aki mengalami kondisi low charge," ujarnya.

Sedangkan saat mobil digunakan lebih sering atau jarak jauh, menurutnya tak perlu khawatir over-charged karena ada sistem cut off yang bisa mematikan aliran listrik ketika pengecasan sudah selesai.