Menganalisis Strategi Bebek "Ayam Jago" Honda

Agung Kurniawan - Jumat, 26 Juni 2015 | 13:03 WIB

(Agung Kurniawan - )

Jakarta, Otomania - Kondisi pasar sepeda motor yang lemas tak membuat PT Astra Honda Motor (AHM) mengendurkan gempuran. Setelah melepas beberapa model facelift dan mulai memasarkan sekaligus enam sepeda motor bermesin besar (moge), Honda tidak akan berhenti menawarkan produk baru sampai akhir tahun ini.

"Saya pastikan tidak akan berpengaruh, kita tetap menyiapkan peluncuran model-model baru," ujar Margono Tanuwijaya, Direktur Pemasaran AHM di Jakarta, Kamis (25/6/2015).

Pertanyaan ini sebenarnya sengaja Otomania lontarkan sebagai pancingan menuju produk baru bebek "ayam jago" yang tengah disiapkan AHM. Model yang diberi kode K56 ini kabarnya tinggal persiapan menuju produksi massal. Spekulasinya, akan diluncurkan setelah Lebaran, akhir Juli atau awal Agustus 2015.

Tapi, kali ini Otomania mau membahas soal strategi peluncuran "ayam jago" Honda yang diharapkan mampu mempertahankan kinerja segmen bebek yang terus lesu. Pihak AHM mengaku kalau penurunan penjualan terbesar yang terjadi di pasar sepeda motor adalah produk-produk segmen low end alias banderol termurah.

Segmen Bebek

Di segmen ini, Honda mengandalkan dua model utama yang selama ini berhasil mendulang volume penjualan, yakni Revo di segmen bebek dan BeAT dari skutik. Data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) menunjukan kalau semua segmen pasar sepeda motor di Indonesia tengah turun penjualannya, baik itu sport, skutik, atau underbone alias bebek.

Tapi, penurunan terburuk terjadi di segmen bebek, dengan hasil penjualan sepanjang lima bulan pertama tahun ini, hanya mencapai 336.446 unit, turun tajam 54,7 persen dari periode sama 2014, yakni 743.751 unit.

Porsi penjualan atau pangsa sepeda motor bebek juga menciut, tahun ini tinggal 12,9 persen dari total pasar 2.599.448 unit. Padahal tahun lalu, bebek masih mencakup 21,5 persen dari total penjualan sepeda motor (semua model), yakni 3.451.377 unit.

"Pasar sepeda motor low end (segmen termurah) yang paling terpukul. (Segmen) Revo itu kena, kalau BeAT cenderung lebih kuat karena pasarnya lebih luas. Setiap bulan turun sekitar 10 persen. Penjualannya sekarang tinggal 20.000-an unit sebulan," ucap Margono, menjelaskan.

Sepanjang tahun lalu, total penjualan Revo lewat tiga varian pilihannya, tercatat 304.056 unit, atau rata-rata sekitar 25.000-an unit per bulan. Tahun ini, Honda baru berhasil menjual Revo 62.131 unit, periode Januari-Mei 2015. Artinya, rata-rata jualan per bulan hanya 13.000-an unit.

Bersambung

Baca: Menganalisis Strategi Bebek "Ayam Jago" Honda (bagian 2)