Pantangan Pengguna Stiker "Doff"

Stanly Ravel - Rabu, 17 Juni 2015 | 12:39 WIB

(Stanly Ravel - )

Jakarta, Otomania - Permainan warna stiker menjadi salah satu alternatif modifikasi kendaraan paling mudah dilakoni. Cara ini dinilai lebih efektif dan efisien ketimbang harus mengecat bodi kendaraan dengan biaya yang mahal serta waktu yang lebih lama.

Material atau bahan utama stiker tersedia dalam dua pilihan, glossy (mengkilap) dan doff (pekat). Saat ini motif doff  semakin banyak digandrungi, karena dianggap kalangan anak muda mampu menciptakan kesan mobil jadi lebih angker.

Sayangnya, banyak juga yang tak paham cara merawat stiker doff, sehingga membuatnya terlihat kusam bahkan tak bertahan lama.

"Secara karakteristik bahan doff itu beda dengan glossy. Doff cenderung sedikit kasar, kalau glossy halus, dari situ pasti perawatanya juga sudah beda," ujar Imam dari Pacman Sticker saat ditemui Otomania, Selasa (16/6/2015).

Imam menambahkan bagi pengguna stiker doff, apa lagi yang menggunakannya untuk seluruh bodi mobil atau wrapping, harus memperhatikan beberapa hal khususnya. Salah satunya, dengan menghindari obat atau alat poles karena bisa merusak stiker. Cukup dilap dengan bahan yang mudah menyerap air dan debu.

"Perawatanya mudah, kalau kotor jangan langsung dibilas tapi diguyur dulu supaya kotoran turun. Kalau kena minyak juga tinggal dibilas pakai sabun supaya tidak berbekas, jangan didiamkan terlalu lama," ucapnya.