Skutik Honda Libas Jalur Berkelok Lintas Jawa Timur

Ghulam Muhammad Nayazri - Rabu, 3 Juni 2015 | 16:29 WIB

(Ghulam Muhammad Nayazri - )

Surabaya, Otomania - Peserta turing "Honda Smart Adventure" memasuki etape kelima melanjutkan perjalanan menuju Malang, Jawa Timur setelah sebelumnya berhasil menaklukkan rute Ambarawa – Ungaran – Salatiga - Semarang. Di Semarang, rombongan disambut oleh diler utama Honda, Astra Motor Semarang yang sekaligus memimpin pergantian pengendara, dari anggota klub Paguyuban Motor Honda Yogyakarta kepada Paguyuban Honda Semarang, Minggu (31/5/2015).

Pukul 19:00 rombongan bertolak dari Semarang menuju Solo untuk bermalam sekaligus kembali berganti pengendara, dari Paguyuban Honda Semarang (PHaS) ke komunitas Paguyuban Honda Solo (PHS). Esok paginya, rombongan akan menghadapi rute Solo-Pacitan-Ponorogo-Malang, sejauh 428,4 km lebih.

Pukul 08:30, Senin (1/6/2015), rombongan beranjak menuju pemberhentian pertama di Banyu Tibo, melalui rute Pacitan dengan jarak tempuh 129 km. Otomania kali ini termasuk dalam rombongan, mengendarai Scoopy eSP. Selepas Solo, jalur yang dihadapi pengendara nyaris tanpa jalan lurus. Tikungan tajam, jalan berkelok, tanjakan curam, sampai turunan terjal jadi santapan selama perjalanan.

"Seru sekali mungkin karena kondisi jalan yang menantang, naik turun, dengan belokan yang tajam. Apalagi harus dilalui pada malam hari. Tapi alhamdulillah akhirnya kita bisa sampai selamat di Malang," ujar Fajar Elin Mangesti, salah satu rider wanita peserta touring dari Paguyuban Honda Solo (PHS).


Meski menuntut konsentrasi lebih tinggi, Otomania merasakan justru perjalanan ini terasa lebih mengasyikan. Rombongan bisa memacu kecepatan sampai 80 kpj-90 kpj. "Rute yang dilalui rombongan lumayan menantang, khususnya di daerah PW Toro, antara Wonogiri dan Pacitan," ujar AKP Djoko Prihantono dari Korlantas Polri, pemimpin rombongan  "Honda Smart Adventure" kepada Otomania, Senin (1/6/2015).

Selama perjalanan, rombongan dituntut lebih hati-hati, karena kerap bertemu dengan truk berbodi besar pengangkut pasir. Dengan mengikuti instruksi dari kapten rombongan, peserta bisa melalui rintangan ini tanpa kendala berarti.

Setelah tiba di Pacitan, peserta beristirahat sejenak, lantas melanjutkan perjalanan ke Ponorogo. Di Kota Reog ini, Otomania mengakhiri tugasnya sebagai salah satu rider dan bersama rombongan lain  diajak menikmati santapan kuliner khas, Sate Tukri. Dengan perut terisi, perjalanan kembali bergulir menunju kota terakhir di etape lima, yakni Malang. 

.