Plus Minus Ban Tapak Lebar pada Sepeda Motor

Aris F Harvenda - Rabu, 1 April 2015 | 09:05 WIB

(Aris F Harvenda - )

Jakarta, Otomania – Salah satu cara membuat tampilan sepeda motor tampil lebih gagah adalah mengganti ban standar dengan ukuran lebih besar, terutama bagian tapak. Selain itu diyakini beberapa kalangan mampu memberi kenyamanan ekstra dari sisi kestabilan. Kendati demikian, untuk membesarkan ban ada teori dan efek negatifnya.

Modifikator sekaligus biker Yamaha Riders Federation Indonesia (YRFI), Zulfikar menuturkan, secara visual ban tapak lebar membuat penampilan lebih gagah. Namun harus dipikirkan juga adalah ukuran maksimal yang bisa diaplikasikan agar tidak membebani sepeda motor.

”Kalau terlalu lebar tidak baik juga, harus ada batasan. Biasanya jika terlalu lebar dan diminta ganti lengan ayun, pada nggak mau. Itu satu. Yang kedua, kalau terlalu lebar juga akan membebani sepeda motor itu sendiri,” terang Zulfikar seperti dikutip KompasOtomotif beberapa waktu lalu.

Keuntungan, jelas lebih stabil saat menikung. Alasan itu yang membuat para pemilik sepeda motor sport atau juga jenis lain menaikkan ukuran ban terutama soal lebar tapak. Namun Zulfikar menambahkan, untuk pengendaraan di dalam kota tapak ban terlalu lebar kurang maksimal. Pergerakan sepeda motor tak hanya melaju lurus, tetapi lebih sering menikung kanan-kiri, yang membuat keuntungan berkurang.

”Yang penting pas, tidak kebesaran dan tidak kekecilan. Biasanya ukuran lebar tapak ban sepeda motor sport ada di rentang 110 hingga 150 bergantung modelnya. Contohnya V-ixion, dengan tapak 120 sudah cukup. Dibesarkan sedikit jadi 130 masih bisa ditoleransi,” urainya.

Efek

Di sisi lain, Johannes Siagian, pemilik toko aksesori sepeda motor di Palmerah Barat menjelaskan, ada beberapa efek negatif jika menggunakan ban dengan tapak terlalu lebar. Pertama, kerja mesin dan peranti pendukung yang semakin berat.

”Tenaga mesin mungkin masih cukup, tapi ngos-ngosan karena lebih berat. Kan cengkeramannya (ban) lebih baik, harus menaikkan torsi. Lalu rem juga semakin berat menyangga daya dorong yang semakin besar, termasuk rantai set yang harus menarik beban ekstra,” jelasnya.

Tak hanya itu, dijelaskan, beban sepeda motor untuk menikung juga terlalu akan lebih berat, meski stabil. Ujung-ujungnya, konsumsi bahan bakar pasti semakin boros. So, alangkah baiknya jika pengguna sepeda motor lebih bijak untuk menaikkan ukuran ban pada batas maksimal.